Rabu , 26/07/2006 10:06 WIB
Speedy Banyak Dikeluhkan Soal Teknis dan Tagihan
Achmad Rouzni Noor II - detikInet
|
| Telkom Speedy (dbu/inet) |
Jakarta, Telkom mengakui, layanan internet broadband Speedy selama ini menuai banyak keluhan dari pelanggan. Kebanyakan keluhan biasanya soal teknis dan tagihan, dan tidak adanya alat produksi di lapangan.
Dwi Sasongko Purnomo, Deputy Executive General Manager Telkom Divre II, mengemukakan hal tersebut saat temu wartawan di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa (25/7/2006).
Untuk teknis, dijelaskan bahwa pelanggan biasanya mengeluhkan tidak dapat melakukan
browsing akibat kesalahan
setting, buka isolir, akses lambat/terputus-putus akibat
traffic tinggi, tidak bisa
connect dan tidak bisa e-mail akibat e-mail server terganggu atau
quota exceded.
Sedangkan keluhan mengenai tagihan, biasanya banyak dikeluhkan karena tagihan ke pelanggan sering kali melonjak. "Tagihan melonjak dapat disebabkan oleh virus internet (spyware), antisipasinya adalah memastikan antivirus tersebut setiap akses," ujar Dwi.
Hal lain penyebab melonjaknya tagihan adalah masih terhubungunya modem dengan
line Speedy, yang mana hal ini sering tidak disadari pelanggan. Padahal hal ini dapat menyebabkan
usage terus berjalan. "Untuk itu, pelanggan disarankan setiap saat mengecek pemakaian di
www.telkomspeedy.com," Dwi mengimbau.
Sementara untuk kesediaan alat produksi, menurut Telkom, saat ini alat produksi sudah tersebar di delapan Datel di Divre II Jakarta, dengan kapasitas sekitar 63 ribu SSL yang siap dipasarkan.
Dwi mengakui, keluhan pelanggan akan layanan Speedy dipicu karena kebijakan awal Telkom yang terlalu fokus pada pertambahan layanan. Sementara dari pihak pelanggan, Dwi menilai kurangnya pemahaman akan hal-hal teknis tentang Speedy.
"Kalau dari Telkom sendiri, kita mengaku salah karena di awal kita hanya mengejar target pelanggan, tanpa memikirkan edukasi pelanggan. Mayoritas pelanggan beranggapan kalau menggunakan Speedy itu layaknya Telkomnet Instanat, padahal kalau dari sisi teknis saat modenm berjalan, dan masih ada aktifitas (download)
usage masih tetap berjalan," papar Dwi. (nks)
(nks)