Disadur dari
http://www.sinemart.com/mendadakdangdut/home.phpPetris (Titi Kamal) adalah vokalis wanita beraliran alternative rock yang baru naik daun. Sudah dua tangga lagunya menduduki top ten pop chart Indonesia dalam waktu berdekatan. Sayangnya, Petris adalah seorang gadis yang egois, pemarah, yang selalu memandang remeh segala sesuatu. Satu-satunya orang yang dapat mengerti Petris adalah Yulia (Kinaryosih), kakak perempuan Petris yang juga merangkap sebagai managernya.
Suatu hari, Petris dan kakaknya secara tidak sengaja terlibat masalah serius yang menyebabkan mereka harus melarikan diri dari kehidupan mereka sebelumnya untuk sementara waktu.
Dalam pelariannya, mereka kemudian bersembunyi di sebuah acara rakyat yang sedang menanggap group organ dangdut keliling “Senandung Citayam”. Di bawah panggung, tempat mereka bersembunyi, mereka sempat mendengar pertengkaran seru antara pemimpin group “Senandung Citayam”, Rizal (Dwi Sasono) dan penyanyi dangdut andalannya, Fetty Manis Madu. Pertengkaran mereka mengakibatkan Fetty akhirnya keluar meninggalkan grup organ tunggal itu.
Melihat situasi tersebut, Petris yang masih dalam keadaan panik kemudian langsung menawarkan diri untuk menggantikan Fetty bernyanyi dangdut di atas panggung. Rizal yang tidak punya pilihan lain akhirnya mengiyakan tawaran tersebut dan menyuruh Petris untuk langsung naik ke panggung, bernyanyi dan bergoyang untuk menenangkan penonton yang sudah resah menunggu. Secepat kilat Petris pun mengganti bajunya dan mempertebal make-up-nya layaknya penyanyi dangdut keliling, dan kemudian mendapatkan nama panggung dari Rizal sebagai Iis Maduma.
Dari sinilah dimulainya perjalanan Petris, alias Iis Maduma, yang dalam persembunyiannya harus ikut berkeliling dari satu kampung ke kampung lain, sambil merasakan betapa sulitnya bekerja keras, memulai sesuatu dari nol. Banyak hal-hal yang tidak pernah ia hadapi sebelumnya terjadi di sini. Sedikit demi sedikit, mau tidak mau, ia mulai belajar memahami dunia barunya. Semua hal baru yang berharga, yang baru akan dirasakan oleh Petris, hanya ketika dia bersedia berubah untuk menjadi .. mendadak dangdut
==============================================
Jablai
Waktu tamasya ke Binaria.
Pulang pulang ku berbadan dua.
Meski tanpa restu orang tua, sayang.
Aku rela abang bawa pulang.
Enggak kerasa udah setahun.
Si abang mulai berlagak pikun.
Udah nggak pernah pulang ke rumah, sayang.
Kepincut janda di Pulo Gebang.
Reff:
Lay lay lay lay lay lay …
Panggil aku si jablai.
Abang jarang pulang, aku jarang dibelai.
Anak kita skarang udah besar.
Mulai bingung kok bapaknya nyasar.
Kenapa bapak nggak pulang pulang emak?
Kata tetangge .. emangnya enak?
Dangdutkah kita
Saat matamu bertemu mataku, udara segarpun masuk paru-paru.
Meski orang bilang sudah bukan jamannya.
Romantis-romantisan seperti saat umur belasan.
Tapi jangan ragu kalau engkau mau.
Karna bila perlu lagu dangdutpun kita tiru.
Reff :
Tak ada gubuk derita.
Meski makan sepiring berdua.
Dan menari-nari bagai boneka dari india.
Jangan ingat lagi masa yang dahulu.
Saat kata cinta masih mengundang rasa malu.
Kita sudah berubah. Kini telah dewasa.
Umur bertambah tua, meski tak setua oma si Rama
Mars Pembantu
Kata orang diatas bumi, kita semua sama.
Kata orang di mata Tuhan, tidak ada miskin dan kaya.
Katanya …. Katanya …
Kalau memang benar begitu.
Kenapa nasibku jadi babu.
Kerja apapun ku tak malu.
Tapi hidup kok nggak maju-maju.
Celana .. cuma punya satu.
Reff :
Meski banyak padi di sawah.
Hatiku selalu resah.
Meski tlah ganti pemerintah.
Hidupku selalu susah.
Oh nasib .. pembantu.
Selalu disuruh-suruh.